BLOG SMPN 48

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Minggu, 17 Februari 2019

PENGERTIAN, TUJUAN, FUNGSI, KRITERIA dan MANFAAT ADIWIYATA

Pengertian Adiwiyata

Adiwiyata (Green School) merupakan salah satu program kementrian negara lingkungan hidup yang memiliki tujuan untuk mendorong terciptanya pengetahuan serta juga kesadaran warga sekolah dalam pelestarian lingkungan hidup.

Pengertian Adiwiyata Peraturan Menurut Menteri Lingkungan Hidup

Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 05 pada Tahun 2013 tentang Pedoman Pelaksanaan Program Adiwiyata menyatakan bahwa sekolah adiwiyata merupakan sekolah yang peduli serta berbudaya lingkungan dan juga program adiwiyata ialah suatu program untuk dapat mewujudkan sekolah yang peduli serta juga berbudaya lingkungan.

Adiwiyata mempunyai pengertian atau makna ialah sebagai salah satu tempat yang baik serta juga ideal yang diperoleh segala ilmu pengetahuan dan juga beragai norma dan etika yang menjadi dasar manusia menuju terciptanya kesejahteraan hidup kita dalam menuju kepada cita-cita pembangunan berkelanjutan.

Fungsi Adiwiyata

Fungsi program adiwiyata merupakan agar seluruh pelajar ikut terlibat dalam segala kegiatan atau aktivitas persekolahan demi menuju lingkungan yang sehat dan juga mampu menghindari dampak lingkungan yang negatif.

Berdasarkan pengertian dari Adiwiyata didalam Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 2 pada Tahun 2009 mengenai pedoman pelaksanaan program adiwiyata. Pengertian adiwiyata dipasal 1 merupakan sekolah yang baik dan ideal sebagai tempat memperoleh segala ilmu pengetahuan & berbagai norma serta juga etika yang dapat menjadi dasar manusia menuju terciptanya kesejahteraan hidup juga cita-cita pembangunan berkelanjutan.

Sedangkan dipasal 1 point 2, bahwa Program Adiwiyata merupakan salah satu program kerja berlingkup nasional yang dikelola oleh Kementerian Negara Lingkungan Hidup didalam rangka mewujudkan pengembangan pendidikan lingkungan hidup.

Tujuan Adiwiyata

pedoman pelaksanaan program Adiwiyata itu memiliki tujuan untuk memberikan acuan kerja pelaksanaan program Adiwiyata bagi tim peninjau lapangan program Adiwiyata.

Menurut Arjuna & Salmonsius yang dikutip oleh Saragih (2012), Pada saat sekolah sudah mengikuti program Adiwiyata maka sekolah tersebut akan mendapatkan bantuan dana pendampingan, yang sesuai dengan kebutuhan yang diajukan oleh sekolah serta disetujui oleh Kementrian Lingkungan Hidup.

Tujuan sekolah Adiwiyata yang secara umum itu menerangkan dalam mewujudkan masyarakat sekolah yang peduli serta juga berbudaya dalam lingkungan dengan:

Menciptakan kondisi yang lebih baik bagi pada sekolah untuk menjadi wadah pembelajaran sertajuga penyadaran segenap warga sekolah diantaranya Murid, Guru, Orang Tua/Wali Murid, dan juga lingkungan masyarakat demi terciptanya upaya pelestarian lingkungan hidup.

Warga sekolah juga turut bertanggung jawab dalam mengupayakan penyelamatan lingkungan hidup serta juga pembangunan yang berkelanjutan.

Mendorong dan membantu sekolah untuk dapat turut serta didalam melaksanakan upaya pemerintah demi melestarikan lingkungan hidup dalam pembangunan yang berkelanjutan, berwawasan lingkungan demi hadirnya kepentingan generasi yang akan datang.

Target Sasaran Adiwiyata

Target sasaran Adiwiyata itu terdapat pada pendidikan formal setingkat SD, SMP, SMA/K. Hal tersebut bukanlah tanpa sebab, lantaran sekolah menjadi target pelaksanaan disebabakan karena sekolah mempunyai fungsi atau peran yang turut andil dalam membentuk nilai-nilai kehiudpan, khususnya nilai akan kepedulian berbudaya lingkungan hidup.

Dalam melaksanakan program Adiwiyata tersebut, sekolah-sekolah mendapatkan penilaian serta juga akan diberikan penghargaaan yang diberikan denga secara berjenjang.

Jenis-Jenis Penghargaan Adiwiyata

Jenjang ataupun jenis dari penghargaan Adiwiyata yang mampu diterima oleh sekolah, diantaranya sebagai berikut :
  1. Penghargaan Adiwiyata Kabupaten/Kota, penghargaan yang diberikan oleh Bupati/Walikota.
  2. Penghargaan Adiwiyata Nasional yakni suatu penghargaan yang diberikan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup juga Kehutanan.
  3. Penghargaan Adiwiyata tingkat Provinsi ialah suatu penghargaan yang diberikan oleh Gubernur.
  4. Penghargaan Adiwiyata Mandiri ialah suatu penghargaan khusus bagi tiap-tiap sekolah dengan penilaian berupa sekolah yang mempunyai minimal 10 sekolah binaan yang telah mendapatkan penghargaan Adiwiyata Kabupaten/Kota, juga penghargaan yang diberikan oleh Presiden.

Kriteria Penilaian Penghargaan Adiwiyata

Kriteria dalam penilaian penghargaan Adiwiyata terdiri dari 4 aspek diantaranya sebagai berikut :
  1. Aspek kebijakan sekolah yang mempunyai wawasan lingkungan hidup.
  2. Aspek kurikulum sekolah yang memiliki basis lingkungan hidup.
  3. Aspek pengelolaan sarana serta juga prasarana pendukung sekolah yang ramah lingkungan.
  4. Aspek kegiatan lingkungan di sekolah yang berbasis partisipatif.

Manfaat Program Adiwiyata

Dibawah ini merupakan manfaat dari program adiwiyata sebagai berikut :

  1. Mengubah perilaku warga sekolah untuk dapat melakukan budaya pelestarian lingkungan.
  2. Meningkatkan penghematan sumber dana dengan melalui pengurangan sumber daya dan energi.
  3. Dapat menghindari sejumlah resiko dampak lingkungan yang terdapat di wilayah sekolah.
  4. Meningkatkan efisiensi dalam pelaksanaan aktivitas atau kegiatan operasional sekolah.
  5. Menciptakaan kondisi kebersamaan bagi semua warga sekolah.
  6. Memberikan pembelajaran bagi generasi muda mengenai pemeliharaan serta pengelolaan lingkungan hidup yang baik dan juga benar.
  7. Meningkatkan kualiatas dan kondisi belajar mengajar yang lebih nyaman serta juga kondusif bagi seluruh warga sekolah.

Prinsip Program Adiwiyata

Didalam pelaksanaannya, program Adiwiyata ini diletakkan dalam tiga (3) prinsip-prinsip dasar dalam pelaksanaannya. Dibawah ini merupakan prinsip tersebut antara lain:

  1. Partisipatif: Komunitas sekolah terlibat dalam manajemen sekolah yang melingkupin keseluruhan proses perencanaan, pelaksanaan serta evaluasi sesuai tanggungjawab dan juga peran.
  2. Berkelanjutan: Seluruh kegiatan atau aktivitas harus dilakukan dengan secara terencana dan terus menerus secara komprehensif.
  3. Edukatif (Permen LH, 2013).
Chaeruddin (2009:12) Menurutnya bahwa dalam pelaksanaan program Adiwiyata itu diletakkan pada dua prinsip diantaranya sebagai berikut
  1. Partisipatif, maksudnya dimana seluruh komponen sekolah itu terlibat dalam semua proses yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan serta evaluasi dengan berdasarkan tanggung jawab juga perannya masing-masing.
  2. Berkelanjutan (sustainable), yang dapat diartikan kepada seluruh kegiatan atau aktivitas harus dilakukan secara terencana dan juga terus menerus dengansecara komperehensif.
https://pendidikan.co.id/pengertian-adiwiyata-tujuan-fungsi-kriteria-dan-manfaatnya/
Share:

MENUJU ADIWIYATA NASIONAL KE ADIWIYATA MANDIRI SMPN 48 JAKARTA


Pengertian Adiwiyata -  Adiwiyata atau Green School adalah salah satu program kementrian negara lingkungan hidup yang bertujuan untuk mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam pelestarian lingkungan hidup.


Pengertian Adiwiyata Peraturan Menurut Menteri Lingkungan Hidup 
Menurut Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 05 Tahun 2013 tentang Pedoman Pelaksanaan Program Adiwiyata mengatakan bahwa sekolah adiwiyata adalah sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan dan program adiwiyata adalah program untuk mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan. 
Adiwiyata memiliki pengertian atau makna sebagai salah satu tempat yang baik dan juga ideal yang diperoleh segala ilmu pengetahuan dan beragai norma serta etika yang menjadi dasar manusia menuju terciptanya kesejahteraan hidup kita untuk menuju kepada cita-cita pembangunan berke
lanjutan.

Fungsi program adiwiyata adalah agar seluruh pelajar ikut terlibat dalam segala aktivitas persekolahan demi menuju lingkungan yang sehat serta mampu menghindari dampak lingkungan yang negatif. Berdasarkan pengertian Adiwiyata dalam Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 2 Tahun 2009 tentang pedoman pelaksanaan program adiwiyata. Pengertian adiwiyata pada pasal 1 adalah sekolah yang baik dan ideal sebagai tempat memperoleh segala ilmu pengetahuan dan berbagai norma serta etika yang dapat menjadi dasar manusia menuju terciptanya kesejahteraan hidup dan cita-cita pembangunan berkelanjutan, Sedangkan pada pasal 1 point 2, bahwa Program Adiwiyata adalah salah satu program kerja berlingkup nasional yang dikelola oleh Kementerian Negara Lingkungan Hidup dalam rangka mewujudkan pengembangan pendidikan lingkungan hidup. Adapun pedoman pelaksanaan program Adiwiyata bertujuan untuk memberikan acuan kerja pelaksanaan program Adiwiyata bagi tim peninjau lapangan program Adiwiyata.

 Tujuan Adiwiyata 

Tujuan sekolah Adiwiyata yang secara umum menerangkan untum mewujudkan masyarakat sekolah yang peduli dan juga berbudaya dalam lingkungan dengan: 
Menciptakan kondisi yang lebih baik bagi sekolah untuk menjadi wadah pembelajaran dan juga penyadaran segenap warga sekolah diantaranya Murid, Guru, Orang Tua/Wali Murid, dan lingkungan masyarakat demi terciptanya upaya pelestarian lingkungan hidup. 

Warga sekolah turut bertanggung jawab dalam mengupayakan penyelamatan lingkungan hidup dan pembangunan yang berkelanjutan. 

Mendorong dan membantu sekolah untuk turut serta dalam melaksanakan upaya pemerintah demi melestarikan lingkungan hidup dalam pembangunan yang berkelanjutan yang berwawasan lingkungan demi hadirnya kepentingan generasi yang akan datang. 

 Target Sasaran Adiwiyata

Target sasaran Adiwiyata terdapat pada pendidikan formal setingkat SD, SMP, SMA atau sederajad. Hal itu bukanlah sebab, lantaran sekolah menjadi target pelaksanaan karena sekolah memiliki fungsi atau peran yang turut andil dalam membentuk nilai-nilai kehiudpan, khususnya nilai akan kepedulian berbudaya lingkungan hidup. 

 Jenis-Jenis Penghargaan Adiwiyata 

Jenjang atau jenis penghargaan Adiwiyata yang mampu diterima oleh sekolah dengna tingkatan sebagai berikut: 
  • Penghargaan Adiwiyata Kabupaten/Kota, penghargaan yang diberikan oleh Bupati/Walikota.
  • Penghargaan Adiwiyata Nasional yakni penghargaan yang diberikan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
  • Penghargaan Adiwiyata tingkat Provinsi merupakan penghargaan yang diberikan oleh Gubernur.
  • Penghargaan Adiwiyata Mandiri merupakan penghargaan khusus bagi setiap sekolah dengan penilaian berupa sekolah yang mempunyai minimal 10 sekolah binaan yang telah mendapatkan penghargaan Adiwiyata Kabupaten/Kota, penghargaan yang diberikan oleh Presiden

 Kriteria Penilaian Penghargaan Adiwiyata 

Kriteria penilaian penghargaan Adiwiyata terdiri dari 4 aspek antara lain: 
  • Aspek kebijakan sekolah yang memiliki wawasan lingkungan hidup.
  • Aspek kurikulum sekolah yang berbasis lingkungan hidup.
  • Aspek pengelolaan sarana dan prasarana pendukung sekolah yang ramah lingkungan.
  • Aspek kegiatan lingkungan di sekolah yang berbasis partisipatif. 

 Manfaat Program Adiwiyata

Manfaat program Adiwiyata adalah diharapkan bagi setiap sekolah dalam menerapkan Program Adiwiyata tersebut dapat menerapkan bagi pelajar, proses belajar dan hasil pembelajaran khusus bagi peserta didik. Adapun manfaat program adiwiyata antara lain: 
  • Mengubah perilaku warga sekolah untuk melakukan budaya pelestarian lingkungan.
  • Meningkatkan penghematan sumber dana melalui pengurangan sumber daya dan energi.
  • Dapat menghindari sejumlah resiko dampak lingkungan yang terdapat di wilayah sekolah.
  • Meningkatkan efisiensi dalam pelaksanaan kegiatan operasional sekolah.
  • Menciptakaan kondisi kebersamaan bagi semua warga sekolah.
  • Menjadikan tempat pembelajaran bagi generasi muda tentang pemeliharaan dan pengelolaan lingkungan hidup yang baik dan juga benar.
  • Meningkatkan kondisi belajar mengajar yang lebih nyaman dan kondusif bagi segenap seluruh warga sekolah.

 Prinsip Program Adiwiyata 

Dalam pelaksanaannya, program Adiwiyata diletakkan dalam tiga prinsip-prinsip dasar dalam pelaksanaannya. Adapun prinsip tersebut antara lain: 
  1. Partisipatif: Komunitas sekolah terlibat dalam manajemen sekolah yang meliputi keseluruhan proses perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi sesuai tanggungjawab dan peran.
  2. Berkelanjutan: Seluruh kegiatan harus dilakukan secara terencana dan terus menerus secara komprehensif.
  3. Edukatif (Permen LH, 2013). 
Menurut Chaeruddin (2009:12) bahwa dalam pelaksanaan program Adiwiyata diletakkan pada dua prinsip antara lain: 
  1. Partisipatif, maksudnya dimana seluruh komponen sekolah terlibat dalam keseluruhan proses yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi berdasarkan tanggung jawab dan perannya masing-masing.
  2. Berkelanjutan (sustainable), yang diartikan kepada seluruh kegiatan harus dilakukan secara terencana dan terus menerus secara komperehensif. 
Share:

ADIWIYATA MANDIRI SMPN 48 JAKARTA

Penghargaan Adiwiyata adalah penghargaan yang diberikan kepada sekolah-sekolah yang dinilai berhasil mendidik siswa menjadi individu yang bertanggung jawab terhadap lingkungan hidup. Penilaian Adiwiyata didasarkan pada 4 kriteria, yakni; pengembangan kebijakan sekolah peduli dan berbudaya lingkungan, pengembangan kurikulum berbasis lingkungan, pengembangan kegiatan berbasis partisipatif, dan pengelolaan dan pengembangan sarana pendukung sekolah.


Share:

Rabu, 09 Januari 2019

Dari LOTS ke HOTS

MENJELANG peringatan Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2018, dunia pendidikan gaduh. Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMA/MA dan SMP/MTs yang baru saja berlangsung mendapat banyak kritikan. Selain masalah teknis, seperti gangguan server, jaringan internet, dan jaringan listrik, sulitnya soal Matematika dikeluhkan para peserta UNBK.
Tidak ayal, akun Instagram Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy (@muhadjir_effendy), akun Twitter Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) (@Kemdikbud_RI), serta akun Instagram Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (Pustekkom) Kemendikbud (@pustekkom_kemendikbud) menjadi sasaran keluhan peserta UNBK. Ada yang serius dengan bahasa baku, tidak sedikit pula dengan meme gaya anak muda millennial zaman now.
Sebagai Bapak yang mendidik, Mendikbud memberi tanggapan penuh motivasi atas keluhan siswa. Selain meminta maaf karena telah menyulitkan para siswa, memberi alasan rasional akademik mengapa soal UNBK kali ini lebih sulit. Menurut Mendikbud, soal-soal tertentu dibuat lebih sulit dan membutuhkan daya nalar tinggi, atau Higher Order Thinking Skills (HOTS). Ini untuk mengejar ketertinggalan mutu pendidikan kita.
Konsep Menyempurnakan
Makhluk macam apa HOTS? Adalah Alice Thomas dan Glenda Thorne (2009) mendefinisikan istilah HOTS sebagai cara berpikir pada tingkat yang lebih tinggi daripada menghafal, atau menceritakan kembali sesuatu yang diceritakan orang lain. Konsepnya, menyempurnakan konsep dalam teori pendidikan klasik Taksonomi Bloom yang mengategorikan berbagai tingkat pemikiran, mulai dari yang terendah hingga yang tertinggi. Dari pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis, sampai dengan evaluasi.
Konsep Taksonomi Bloom yang esensinya adalah tujuan pembejalaran, terbagi dalam tiga ranah ialah kognitif, afektif, dan psikomotorik. Oleh Ki Hadjar Dewantara disebut sebagai daya cipta, daya rasa, dan daya karsa. Kognitif atau daya cipta merupakan keterampilan mental seputar pengetahuan. Afektif atau daya rasa adalah sisi emosi seputar sikap dan perasaan. Sedangkan psikomotorik atau daya karsa berhubungan dengan kemampuan fisik dan keterampilan.
Keterampilan mental seputar pengetahuan dengan tingkatan kemampuan berpikir inilah HOTS menempati posisinya. Menurut Lorin Anderson dan David Krathwohl (2001), tingkat kemampuan berpikir dimulai dari (1) mengingat; (2) memahami; (3) mengaplikasikan; (4) menganalisis; (5) mengevaluasi sampai dengan (6) mencipta. Tingkatan kemampuan berpikir (1), (2), dan (3) dikategorikan sebagai Lower Order Thinking Skills (LOTS) atau kemampuan berpikir tingkat rendah. Sedangkan tingkatan kemampuan berpikir (4), (5), dan (6) dikategorikan sebagai HOTS atau kemampuan berpikir tingkat tinggi.
Mungkin inilah yang dimaksud dengan mengejar ketertinggalan mutu pendidikan oleh Mendikbud. Selama ini kita baru mampu mengimplementasi pembelajaran LOTS dan belum beranjak ke HOTS. Sedangkan di banyak negara, HOTS sudah bukan barang baru lagi.
Strategi
Kebijakan pendidikan dipastikan dengan maksud dan tujuan mulia. Tetapi, maksud dan tujuan mulia belum tentu berhasil dicapai jika strategi dan cara yang ditempuh tidak matang. Dalam hal ini apakah prasyarat untuk diterapkan kebijakan sudah disiapkan dengan baik? Sejalan dengan itu, bagaimana dengan uji-coba pra-implementasi. Tidak kalah pentingnya adalah sosialisasi kepada masyarakat atas kebijakan pendidikan yang akan diambil.
Implementasi dari LOTS ke HOTS dalam UNBK dipastikan tidak efektif apabila tidak didahului dengan proses pembelajaran HOTS. Selain itu, guru semestinya terbiasa mengevaluasi pembelajaran dengan menggunakan HOTS. Untuk itu guru perlu dilatih terlebih dahulu. Proses pembelajaran sangat urgen untuk hasil belajar dan bukan sekadar evaluasi, bahkan UNBK saja.
(Ki Sugeng Subagya. Praktisi Pendidikan dan Kebudayaan. Artikel ini dimuat Surat Kabar Harian Kedaulatan Rakyat, Sabtu 5 Mei 2018)

Share:

Senin, 01 Oktober 2018

SOAL TRYOUT UTS MATA PELAJARAN PRAKARYA KELAS 7 & 8

SILAHKAN KERJAKAN SOAL TRYOUT UTS MATA PELAJARAN PRAKARYA KELAS 7 (TUJUH) & 8 (DELAPAN) SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2018-2019,,,,

DENGAN CARA MASUK - LOGIN E-LEARNING EDMODO.COM, SILAHKAN CARI DIPUSAT TUGAS DAN SELAMAT MENGERJAKAN MENCOBA, BERLATIH AGAR TERLATIH, BIASA AGAR TERBIASA MENJAWAB SOAL DENGAN DIDASARI MENGERTI BUKAN HANYA DIHAPAL SERTA JUJUR & BERTANGGUNG JAWAB
Share:

Minggu, 06 November 2016

SOAL MATA PELAJARAN PRAKARYA KELAS 7

SOAL TRYOUT PRAKARYA KELAS 7 2018-2019


Soal Tryout Prakarya Kelas 7
Share:

SOAL MATA PELAJARAN PRAKARYA KELAS 8

SOAL TRYOUT PRAKARYA KELAS 8 2018-2019


Soal Tryout Prakarya Kelas 8
Share:

Archive